Etika Jual Beli dalam Islam

Jual beli? Tidak usah dibahas lagi apa artinya. Saya yakin tiap hari kita tidak lepas dari hal ini. Karena itulah kita perlu paham etika jual beli yang baik dalam Islam. Berbicara jual beli, kata pasar tentu berkaitan jelas dengan tema ini. Arti sederhana pasar adalah tempat orang berjual beli. Pernah mendengar salah satu hadits yang menjelaskan bahwa pasar adalah tempat yang paling rentan dalam berbuat dosa? Mengurangi kadar timbangan, menutupi cacat barang dagangan, copet, dan lain sebagainya. Atau ada pengertian jenis pasar yang lain? Yap, tepat sekali. Jauh-jauh hari Rasulullah Muhammad SAW sudah meramalkan bakal seperti ini.

Bila Anda tidak keberatan saya akan mengajak pikiran kita menuju hal yang memang sudah menjadi wajar di hari ini. Yang sering menggunakan internet sudah tak asing lagi dengan browsing, download atau semacamnya. Tentunya pernah kesal melihat orang memajang barang atau jasanya di halaman yang kita browsing. Kira-kira apa yang mereka jual? Iyah bagus, terus-terus ingat! Apa kira-kira yang paling banyak? Tepat sekali, iklan yang hanya pantas untuk dibaca orang dewasa. Atau jika tebakan saya salah, apakah ada yang berpikir tentang iklan bisnis, penggandaan uang (dengan modus saham) atau judi mungkin? Menurut Anda apakah layak tidak ini diiklankan secara terbuka? Saya setuju dengan Anda, ini tidak layak. Yang jadi masalah adalah internet tidak tahu siapa yang melihat iklan ini. Dipukul rata oleh mereka semua sehingga anak-anak pun jadi korbannya. Slogan gaya hidup zaman sekarang adalah teknologi. Mau tak mau anak-anak juga harus bisa menggunakan internet. Tapi yah inilah sisi negatifnya.

Diantara teman sekalian ada pengalaman aneh gak saat download di internet? Pernah ada yang ngalamin bingung karena tombol downloadnya banyak? Ada yang ukurannya gede atau kecil? Betul sekali, kadang tombol yang bener itu yang disembunyikan. Anda akan segera tahu kaitannya dengan jual beli saat Anda salah pijit tombol download yang salah. Tiba-tiba nyambung ke link yang lain, dan ujungnya iklan produk yang memaksa kita harus membacanya. Pernah juga melihat pop-up yang tiba-tiba muncul bertuliskan bahwa Anda pengunjung situs yang beruntung. Kemudian Anda diperintah meng-klik salah satu tombol dan akhirnya nyambung ke iklan lagi. Dengan cara penipuan pula. Astagfirullah..
Itu tadi seputar cerita di dunia maya. Kembali lagi ke dunia nyata. Saya orang Bandung, dan disini jumlah mobil angkutan umum begitu banyak. Sekitar 40 trayek dalam kota. Miris jika melihat beban yang harus diemban para supir angkutan kota “angkot”. Semakin bersaing dengan jumlah mobil lain yang semakin banyak, tapi penumpang yang banyak beralih ke angkutan pribadi. Yang membuat saya gerah adalah saat dulu saya tiap hari naik angkot. Tiap hari saya melihat transaksi jual beli yang tidak wajar. Tak ada ijab kabul. Saling melempar barang dan penjual memaksa orang lain membelinya. Fenomena ini terjadi di lampu merah. Saat angkot berhenti tiba-tiba seseorang menghampiri angkot dan melemparkan barang dagangannya ke dashboard mobil. Macam-macam sih dagangannya, ada yang jual permen, jajanan pasar, tisu, dan yang paling sering air mineral. Dengan wajah tanpa dosa si penjual membuka telapak tangannya dalam posisi meminta. Padahal supir angkot tidak berkenan jadi pembeli. Tapi ia terpaksa memerankannya. Cari aman aja katanya.

Tahukah kawan jika hal ini dibiarkan, rezeki yang tidak barokah akan berputar. Penjual yang memaksa tadi mungkin ada yang berkewajiban menafkahi istri dan anaknya. Dan apa yang mereka makan? Uang dari hasil jual beli yang tidak berkah. Masuk ke dalam tubuh jika dibelanjakan makanan. Menjadi darah dan daging yang melekat seumur hidup. Istri dan anak tidak tahu itu semua. Tapi apa jadinya bangsa kita jika anak-anak sebagai generasi penerus harus mengalami ini. Astagfirullah..

Hadits terkait:
“Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjid dan tempat yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasar.” (H.R. Muslim)

“Rasulullah SAW melarang sistem jual beli mulamasah (wajib membeli jika pembeli menyentuh barang dagangan) dan munabadzah (sistem barter antara dua orang dengan melemparkan barang dagangannya masing-masing tanpa memeriksanya).” (H.R. Muslim)

Astagfirullah.. Mudah-mudahan kita senantiasa diberi jalan mencari rezeki dengan cara yang baik, membelanjakannya juga pada hal yang baik. Serta setiap waktunya rezeki kita disucikan dengan zakat, infaq dan sodaqoh. Aamiin..

– Handy Dinar Astiansyah –

Advertisements

About Réréongan Kanggo Sadérék

Rereongan Kanggo Saderek - REKSA adalah komunitas aksi yang bersifat independen, kemasyarakatan, non-profit dan non-politik. Sebagai wadah untuk membangun sikap kemanusiaan masyarakat dengan cara memfasilitasi donatur dalam menyalurkan bantuan, baik materi maupun non-materi kepada pihak yang membutuhkan.

Posted on April 16, 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: