Category Archives: #REKSApeduli

Sepenggal Perjalanan Tim #REKSApeduli di Kab. Karawang (19-20 Januari 2012)

Assalamu ‘alaikum,

Dengan diawali dengan ucapan “Bismillahirrohmaanirrohiim”, pada tanggal 19 Januari 2013 kami Komunitas Rereongan Kanggo Saderek (REKSA) melakukan perjalanan ke Kab. Karawang  dalam rangka menyampaikan  amanah  dari para donatur kami untuk adik kita Yulia, anak berumur 9 tahun yang menderita gizi buruk dengan berat badan hanya 5,6 kg.

Pulul 19.00, tim #REKSApeduli sebanyak 13 (tiga belas) orang sukarelawan bertolak dari RSUP. Dr. Hasan Sadikin Bandung dengan menggunakan dua unit mobil. Setelah kurang lebih dua jam perjalanan, pintu gerbang tol Karawang Timur menyambut kami dengan segala ke-“hareudang”-annya”.

Tidak jauh dari pintu tol tersebut, kami memutuskan untuk rehat sejenak dari perjalanan untuk mampir ke warung nasi terdekat sambil menunggu relawan kami di Karawang menjemput. Suasana ini kami nikmati bersama. Setelah semua merasa nyaman, perjalanan dilanjutkan menuju rumah salah satu relawan kami yang sekaligus informan bagi kegiatan Tim #REKSApeduli di Karawang. Saad namanya. Ternyata disana berdiri sebuah Pondok Yatim bernama Yayasan Lampu Iman yang beralamatkan di jalan DR. Taruno no. 20. Sungguh hal yang tidak kami sangka bisa sekaligus bersilaturahmi dengan adik-adik panti. Keadaan disana sangat sibuk, kebetulan tempat tersebut dijadikan Posko pengungsian korban banjir di sebagian wilayah Karawang.

1tiba1

Sebuah saung di tengah pondok menjadi rebutan kami setiba disana untuk sekedar merebahkan badan yang letih. Kami tiba disana sekitar pukul 22.30 dan di sambut dengan baik oleh orang tuanya Saad yang merupakan salah satu pengurus Yayasan Lampu Iman.

1tiba2

Kami pun beralih ke sebuah ruangan yang menjadi tempat untuk bermalam. Sebelum memejamkan mata, tim #REKSApeduli mengadakan riungan dadakan mengingat situasi dan kondisi di Karawang saat itu memaksa untuk sedikit mengubah rencana awal. Sebelumnya kami hanya berencana untuk mengunjungi adik Yulia saja.

Sebagai informan, Saad menjelaskan kondisi terkini disana. Selain adik Yulia yang kabarnya sudah tim ketahui sejak jauh-jauh hari di Bandung, korban banjir pun harus menjadi perhatian kami. Tidak hanya itu, ada seorang anak yang mengalami keterhambatan pertumbuhan sedang dirawat di RSUD Karawang perlu uluran tangan.

Ketua tim #REKSApeduli, Firman menjelaskan tahapan-tahapan kegiatan untuk esok hari. Mulai dari rute, jenis bantuan dan santunan yang akan diberikan. Untuk mempercepat pemberian keputusan, tim memecahkan masalah ini bersama-sama.

Malam pun semakin larut, semua mata hampir tenggelam. Tidur dulu yuks..!

————————————————————————————————

Minggu pagi selepas menunaikan Sholat Shubuh, sebagian dari kami berbelanja ke pasar dan swalayan terdekat untuk membeli kebutuhan yang nantinya akan diberikan kepada saudara-saudara kita disana. Infaq ini kami pecah kedalam bentuk santunan nominal dan sembako. Semoga berkenan.

2packing1

Kebutuhan yang sudah kami beli, kami kemas berdasarkan peruntukannya sekitar pukul 07.00. Kebutuhan pertama untuk korban banjir. Tim #REKSApeduli menyiapkan beras, mie instan dan pakaian layak pakai. Kebutuhan kedua untuk An. Yulia yang menderita gizi buruk, kami siapkan susu, bubur bayi dan pampers serta sembako dan perlengkapan mandi. Kebutuhan untuk An. Yulia ini kami siapkan dengan asumsi pemakaian untuk satu bulan. Kebutuhan terakhir untuk An. Novianti yang dirawat di RSUD Karawang, berupa susu.

2packing2

Pengemasan ini kami lakukan secara gotong-royong dengan semangat tinggi.

2packing3

Pengemasan pun selesai. Bantuan siap kami antar dengan rute pertama mengunjungi korban banjir yang berada di pinggir sungai Ci Tarum yang meluap pada hari Jum’at (18/1). Kedua, mengunjungi An. Yulia yang berada di daerah Cukang Galeuh, RT. 18, RW.05, Desa Sindang Sari, Kec. Kutawaluya. Dan terakhir, tim #REKSApeduli akan ke RSUD Karawang, mengunjung An. Novianti.

Semua bantuan ini kami angkut ke dalam tiga unit kendaran roda empat. Salah satunya sedan.

3banjir1

Sepanjang jalan kami lihat rumah-rumah dan lahan yang terkena banjir, menyisakan genangan lumpur yang sangat tebal.

3banjir2

Pada pukul 09.00 tim #REKSApeduli tiba di salah satu Posko banjir. Posko ini berada di Masjid Jami Kp. Sumedangan, Karawang. Bantuan kami serahkan kepada salah satu sesepuh di sana. Penduduk menyebutnya Pa Haji. Beliau menjelaskan bagaimana banjir menerjang kampung mereka. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi mereka. Aamiin.

4jalan1

Setelah selesai dan bantuan pun tersampaikan, tim #REKSApeduli melanjutkan perjalanan menuju Kec. Kutawaluya. Sepanjang perjalanan kami lihat sawah-sawah yang sebelumnya hijau dan menguning, kini berubah jd lautan air. Medan yang kami lalui tidaklah mulus, sebagian jalan hancur karena air.

4jalan2

Pukul 11.00, tim #REKSApeduli tiba di Puskesmas Pembantu Desa Sindang Sari, Kec. Kutawaluya. Kami menjelaskan maksud kedatangan tim #REKSApeduli di daerah mereka, sekaligus meminta izin dan memohon untuk diantar menuju rumah An. Yulia. Alhamdulillah sambutan mereka sangat baik sekali. Hal yang tidak diduga adalah ketika beberapa orang perangkat desa bersedia mengantar kami. Diantaranya: perangkat kelurahan, dokter dan bidan desa.

Medan yang sulit menyebabkan mobil sedan yang kami bawa terpaksa kami parkir di Puskesmas tersebut mengingat rute perjalanan cukup jauh. Sebagian dari kami beralih ke kendaraan operasional desa.

5yulia1

Pukul 11.40, tim #REKSApeduli tiba di Cukang Galeuh tempat An. Yulia tinggal. Iring-iringan kami mendapat perhatian yang luar biasa dari penduduk setempat. Menurut keterangan dari tetanganya, rumah An. Yulia terbagi dua bagian yang ditempati oleh dua KK (Kepala Keluarga). Keluarga Abah Ekek (Abah Ekek, nenek Rasem dan An. Yulia yang telah yatim piatu) dan keluarga anak yang lain dari Abah Ekek (Samih, suami dan anaknya).

Setibanya tim #REKSApeduli beserta perangkat desa di depan rumah An. Yulia, sang nenek pun segera keluar menggendong An. Yulia dan menempatkannya berbaring di golodog (teras) rumah yang terbuat dari kayu.

5yulia2

An. Yulia pun menangis, rupanya dia ingin minum susu. Dengan keadan seperti itu, dia tidak bisa memakan nasi, hanya susu dan bubur bayi yang bisa masuk. Setelah diberi susu, dia tetap menangis karena yang diberikan susu cokelat. Hanya ada itu yang dia punya, itu pun sisa dari donator lain ketika masih dirawat di rumah sakit. Rupanya dia tidak suka dengan susu cokelat, hanya susu putih yang dia suka. Alhamdulillah, susu yang kami bawa adalah susu putih. Salah satu dus bantuan yang berisi susu langsung kami buka dan di-susu-kan ke An. Yulia. Dia pun berhenti dari nangisnya.

Tim #REKSApeduli berbincang-bincang dengan penduduk  setempat yang dipimpin oleh seorang kader daerah itu bersama perangkat desa, dokter dan bidan setempat.  Kami pun menjelaskan tentang identitas kami. Kami hanya komunitas kecil, tapi kami memiliki kepedulian tinggi membantu sesama. Amanat ini harus kami sampaikan dengan sebaik-baiknya.

Bantuan kami serahkan, semoga berguna dan dimanfaatkan oleh keluarga An. Yulia dengan sebaik-baiknya. Abah Ekek pun keluar rumah untuk menerima bantuan dari kami sambil di papah oleh warga.

5yulia3

Sesaat setelah itu perwakilan tim mencoba masuk ke dalam rumah. Tidak ada listrik, tempat tidur pun seadanya dari beberapa kain yang ditumpuk. Tempat tidur untuk An. Yulia pun tidak ada, hanya ayunan sederhana yang terbuat dari kain sarung yang digantung dengan tali dari kedua ujungnya.

Bantuan yang tim #REKSApeduli berikan berupa santunan nominal, perlengkapan kebersihan dan sembako (perincian bisa di lihat di halaman Laporan pada blog kami).

Kunjungan kami pun terpaksa harus diakhiri. Kebahagiaan kami adalah ketika An. Yulia bisa sembuh. Pukul 12.30 tim #REKSApeduli beserta perangkat desa kembali menuju Puskesmas Pembantu untuk mengambil mobil sedan kami dan melanjutkan perjalanan ke RSUD. Karawang.

6noviyanti

Pukul 14.00 tim #REKSApeduli tiba di RSUD. Karawang dan langsung menuju kamar yang ditempati An. Novianti. Ketika kami berada di pintu kamar, terlihat banyak ibu pengajian yang sedang mendoakan untuk kesembuhannya. Sang ibu pun kami temui dan kami jelaskan identitas kami. Beliau pun sedikit heran dan berterimakasih kepada kami yang telah jauh-jauh atang dari Bandung. An. Novianti terlahir normal seperti bayi pada umumnya, akan tetapi setelah berumur 8 tahun berat badannya tidak bertambah, bahkan semakin menurun. Kini dia berumur 11 tahun dengan berat badan sekitar 10 kg. Menurut keterangan dari ibunya, An. Novianti sering mengalami kejang. Kepadanya, tim #REKSApeduli berikan santunan nominal dan susu.

7evaluasi

Pukul 15.30 tim #REKSApeduli tiba kembali di Yayasan Lampu Iman. Kami adakan riungan kembali untuk mengevaluasi kegiatan kami. Didapatkan kesepakatan untuk mengunjungi kembali An. Yulia sebulan sekali untuk menyambung susu. Insya Alloh.

8pulang1

Pukul 16.30 kami bersiap untuk kembali ke Bandung. Sebelumnya, kami mengunjungi anak-anak di Yayasan Lampu Iman untuk memberikan santunan sekaligus berpamitan dan berterima kasih kepada pengurus yang telah bersedia menampung tim #REKSApeduli selama kami di Karawang. Semoga kebaikannya mendapat pahala dari Alloh SWT. Aamiin.

8pulang2

Alhamdulillah.. Matahari senja pun mengiringi kami pulang menuju Bandung.

————————————————————————————————-

Ucapan terima kasih kepada:

  1. Alloh SWT atas nikmat dan karunia-Nya.
  2. Donatur  atas infaq-nya untuk kegiatan #REKSApeduli di Karawang. Insya Alloh titipan anda sekalian kami sampaikan dengan amanat.
  3. Relawan yang telah bersedia meluangkan waktunya dan memberikan masukan pada tim.
  4. Pengurus Yayasan Lampu Iman yang telah bersedia memberikan tempatnya sebagai tempat istirahat kami selama di Karawang.
  5. Perangkat Desa Sindang Sari, Kec. Kutawaluya, Karawang yang telah bersedia mempertemukan tim dengan An. Yulia dan keluarga.

————————————————————————————————–

Wassalamu ‘alaikum.

#REKSApeduli

penderita gizi buruk

penderita gizi buruk

Assalamu ‘alaikum…


Dibuka peluang infaq u/ An. Yulia yang berusia 9thn, menderita busung lapar dgn berat badan hanya 5kg, yatim piatu, tinggal dgn nenek & kakek yg tunanetra.

Desa. Kutawaluya, Karawang.

Infaq melalui :
Rek. Syariah Mandiri : 7770004448 a/n Rereongan Kanggo Saderek (REKSA)

Contact Person :
085720098080 (nunu)
085795704330 (firman)

Tim #REKSApeduli akan berangkat hari sabtu 19 jan ’13 sore hari.

Bagi yang ingin ikut, dapat menghubungi kontak diatas.

Terima Kasih.